Senin, 27 April 2015

Softskill B.Inggris



NOUN CLAUSE, ADJECTIVE CLAUSE, ADVERBIAL CLAUSE
NOUN CLAUSE


Noun clause adalah klausa yang berfungsi sebagai nomina.
Example :
1.    I like what she is reading.
2.    She doesn’t know whom she loves more.
3.    I still remember what you did last summer.
4.    Whom she loves more will be happy.
5.    How the budget got in is a mystery.
6.    I do not understand how all it happened
7.    What she is reading is very interesting.
8.    He says (that) they plan to come to the dance.
9.    Please listen to what your teacher is saying.
10.  I never realize what a pretty girl she is.

Karena fungsinya sebagai nomina, maka noun clause dapat menduduki posisi-posisi berikut:
1.      Subject of the sentence
What he gets makes his family proud.
2.      Direct object
I know where her house is.
3.      Indirect object
The President will give whatever the Indonesia National Football Team gets an appreciation.
4.      Subjective Complement
That is what you want.
5.      Objective complement
They will name their dog whatever they want to.
6.      Object of a prepositions
The old lady cried for whatever his husband did.
7.      Appositive
John, whom i met yesterday, will be my new business partner.
8.      Object of a participle
Remembering what she promised, I tried to be better.
9.      Object of an infinitive
They requested me to notice what they spoke.
10.  Object of a gerund
Rejecting what he wants makes me unhappy.



ADVERBIAL CLAUSE

Adverbial Clause adalah clause(anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja. Adverbial clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).


Jenis-jenis Adverbial clause antara lain:
1.      Clause of Time
-          Shut the door before you go out.
-          You may begin when(ever) you are ready.
-          While he was walking home, he saw an accident.
-          By the time I arrive, Alex will have left.
2.      Clause of Place
-          They sat down wherever they could find empty seats
-          The guard stood where he was positioned.
-          Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
3.      Clause of Contrast
-          Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
-          Although it is late, we'll stay a little longer.
-          He is very friendly, even if he is a clever student.          
4.      Clause of Manner
-          He did as I told him.
-          You may finish it how you like.
-          They may beat us again, like they did in 1978.
5.      Clause of Purpose and Result
-          They went to the movie early (in order) to find the best seats.
-          She bought a book so (that) she could learn English
-          He is saving his money so that he may take a long vacation.
6.      Clause of Cause and Effect
-          It was such a hot day that we decided to stay indoors. atau It was so hot a day that we decided to stay indoors.
-          It was such an interesting book that he couldn't put it down. Atau It was so interesting a book that he couldn't put it down.



ADJECTIVE CLAUSE
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxUdziLtvlI2zEJl4EA_ezAjNnL_H2-dmUgYu3ju11H8EhsJ05reLS6YeX-FLvbBY0Moia9-HAGF8Vti_A11xWDsfD3kvjrpTy1A1uSn6w2OYUXXdHXwzDsclYFKv7aWqKBLFHUo7oqtSm/s400/3.jpg



Adjective Clause dinamakan juga Relative Clause, yaitu Clause(anak kalimat) yang berfungsi sebagai adjective yang menerangkan noun atau pronoun.


Example:
1.      I like the book that she is reading.
2.      She doesn’t know the one whom she loves more.
3.      I still remember the killing that you did last summer.
4.      The one whom she loves more will be happy.
5.      The killing that you did last summer will never be forgotten.
6.      The lesson that she is learning is very difficult.
7.      This is the girl whose picture you saw.
8.      The ideas which are presented in that book are interesting.
9.      Anyone who wants to come with us is welcome.
10.  I have read the book that you just mentioned.

Sumber :
http://maulinaindah30892.blogspot.com/2011/11/noun-clause-adjective-clause-adverbial.html

Senin, 06 April 2015

Penyimpangan Pemerintah Terhadap Ideologi Pancasila dan UUD 1945

Penyimpangan Pemerintah Terhadap Ideologi Pancasila dan UUD 1945
Penyimpangan dari ideologi pancasila dalam bidang politik, yaitu korupsi, dimana sudah kita ketahui masalah korupsi ini sudah banyak beredar di Indonesia, setiap pagi di berita-berita televisi, masalah korupsi ini tidak ada habis habisnya. Banyak sekali para wakil-wakil rakyat yang melakukan korupsi, dari korupsi yang sederhana sampai yang besar. Padahal, perilaku korupsi mereka akan menyengsarakan masyarakat, Menurut saya ada dua cara untuk mengakhiri masalah korupsi ini :
  1. Mempelajari dan menjalankan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”
  2. Mencari Pemimpin Yang Tegas
Mengapa demikian? Kata “Ketuhanan Yang Maha Esa” Mengandung arti bahwa kita harus, mempelajari dan mengamalkan apa yang di ajarkan tuhan oleh kita, apapun itu. Karena ajaran Tuhan tidak akan pernah salah, setelah kita mempelajari semua ajaran Tuhan, sebaiknya kita mengamalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berenegara. Apabila kita bisa mengamalkan semua ajaran Tuhan, semua permasalahan yang menyimpang dari pancasila mungkin tidak akan pernah ada lagi. Selanjutnya Pemimpin Yang Tegas, jika sebuah negara memiliki pemimpin yang tegas, InsyaALLAH negara itu akan menjadi negara yang maju. Karena Pemimpin adalah contoh bijak yang akan dilihat oleh masyarakat.
            Aspek politik ini merupakan aspek yang sangat menyimpang sekali dari Ideologi Pancasila, sebenernya dari aspek lain banyak yang menyimpang, tapi jika kita lihat dari berita- berita yang selalu beredar, aspek politik lah yang banyak melakukan penyimpangan. Seharusnya Aspek politik ini bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat, karena orang-orang yang berada di dalam politik merupakan orang-orang yang di percaya rakyat untuk menjalankan pemerintahan negara. Tujuan dari wakil rakyat sekarang ini bukan lagi kesejahterahan rakyat, tetapi bagaimana memperbanyak materi dengan menjadi wakil rakyat. Itu awal sebabnya mengapa banyak sekali korupsi, jika para wakil rakyat tujuannya adalah kesejahterahan rakyat, kata “Korupsi” mungkin sudah tidak akan terdengar lagi.
Didalam Ideologi Pancasila Aspek Politik itu mengandung arti bahwa Hukum menjungjung tinggi keadilan dan keberadaan individu dan masyarakat. Dari kata kata “Menjungjung Tinggi Keadilan” kita sudah mengetahui maksud dari kata itu, berarti aspek politik itu mementingkan keadilan rakyatnya. Tujuan dari aspek ini sudah mulia, kenapa pemeraktekannya tidak. Padahal sesuatu yang mulia itu jika kita laksanakan pasti hasilnya akan mulia juga.



Sumber :
 

RESOLUSIKU ( TULISAN 3 )

Saya Uli Septiyana mahasiswa tingkat akhir di Gunadarma ingin bercerita sedikit tentang apa saja yang ingin saya ungkapkan dalam blog kesa...